how are you my turtle?
are you happy with your life now?
are you happy with everything that you got today?
i don't know what i feel tonight
but, i think i miss you...
really miss you..
i miss you, when you telling some jokes to make me smile
i miss you, when you hug me
i miss you, when you text me and say "good night"
i see you everyday
but, i can't touch you anymore
i'm waiting your messages every night
but your messages never come
i know everything has changed
and i know, everything it's over
ndRy
klo jaman gue SD sampe SMP dulu, nulis curcolan di buku diary. tp berhubung jaman udah maju, dan gue agak2 freak sm yg namanya internet, so..mari move nulis curcolan k blog! bwt yg baca blog gue terus ngerasa ada yang "aneh" yaa..maklum aja deh yaa ^^ V
enjoy my blog
hey guys, welcome to my blog! i hope you enjoy to read it
Senin, 18 Juni 2012
mengapa saling menyakiti?
dulu kita punya cinta yang sama
cinta yang menyatukan dua hati yang berbeda
cinta yang meleburkan dua ego yang berbeda
yang membuat kita saling berjalan beriringan
namun itu dulu..
sekarang cinta itu telah pergi
menyisakan puing-puing cerita indah
meninggalkan kenangan manis masa lalu
yang perlahan mati dan usang
perlahan tapi pasti
kita saling menyakiti
saling membenci satu sama lain
untuk membunuh perasaan di masa lalu
cinta yang menyatukan dua hati yang berbeda
cinta yang meleburkan dua ego yang berbeda
yang membuat kita saling berjalan beriringan
namun itu dulu..
sekarang cinta itu telah pergi
menyisakan puing-puing cerita indah
meninggalkan kenangan manis masa lalu
yang perlahan mati dan usang
perlahan tapi pasti
kita saling menyakiti
saling membenci satu sama lain
untuk membunuh perasaan di masa lalu
memang bukan jodoh
kita pernah bersama
melewati segala hal baik suka dan duka
menembus segala rintangan yang ada
tak peduli orang lain berkata apa
kita pernah bersama
saling bergandengan tangan
bercerita tentang masa depan
seolah kita mengetahui apa yang akan terjadi esok hari
kita tertawa, kita menangis
kita saling meminjamkan bahu untuk menangis
saling menyeka air mata yang jatuh di pipi
kemudian kita tertawa lepas
sampai suatu ketika
ada orang lain diantara kita berdua
orang lain yang merebut perhatianmu
yang memberi jarak antara kamu dan aku
ku pikir, kamu tidak akan berpaling
ku pikir, kamu mengerti perasaanku
ku pikir, kamu tidak akan meninggalkan ku
tapi ternyata, aku salah
kamu bertanya..
"siapa pria yang ada di hatiku?"
aku jawab..
"seorang pria. dia ada di dekatku."
kemudian kamu menyebutkan nama pria lain
aku tersenyum
tersenyum getir
kamu bertanya..
"apakah kamu mencintaiku?"
aku jawab..
"haruskah aku menjawab?"
sampai suatu ketika, kamu berkata
"aku sudah punya kekasih"
aku..aku..hanya terpaku
tersenyum, walau itu hanya senyum palsu
terbesit di benak ku
"mengapa kamu tidak memahami perasaanku padamu?"
kemudian aku tersadar
"kita memang bukan jodoh"
melewati segala hal baik suka dan duka
menembus segala rintangan yang ada
tak peduli orang lain berkata apa
kita pernah bersama
saling bergandengan tangan
bercerita tentang masa depan
seolah kita mengetahui apa yang akan terjadi esok hari
kita tertawa, kita menangis
kita saling meminjamkan bahu untuk menangis
saling menyeka air mata yang jatuh di pipi
kemudian kita tertawa lepas
sampai suatu ketika
ada orang lain diantara kita berdua
orang lain yang merebut perhatianmu
yang memberi jarak antara kamu dan aku
ku pikir, kamu tidak akan berpaling
ku pikir, kamu mengerti perasaanku
ku pikir, kamu tidak akan meninggalkan ku
tapi ternyata, aku salah
kamu bertanya..
"siapa pria yang ada di hatiku?"
aku jawab..
"seorang pria. dia ada di dekatku."
kemudian kamu menyebutkan nama pria lain
aku tersenyum
tersenyum getir
kamu bertanya..
"apakah kamu mencintaiku?"
aku jawab..
"haruskah aku menjawab?"
sampai suatu ketika, kamu berkata
"aku sudah punya kekasih"
aku..aku..hanya terpaku
tersenyum, walau itu hanya senyum palsu
terbesit di benak ku
"mengapa kamu tidak memahami perasaanku padamu?"
kemudian aku tersadar
"kita memang bukan jodoh"
Kamis, 26 April 2012
Goodbye my beloved Uncle..
Kalau ada pepatah yang bilang "hidup ini seperti roda pedati yang berputar" mungkin memang benar kenyataannya seperti itu. Ada banyak hal yang terjadin dalam hidup ini. Sering kali kita ga sadar kalo ternyata hidup kita itu tetap berputar. Kadang-kadang kita ga sadar ada perubahan posisi, baik itu ke arah yang lebih baik atau ke arah yang semakin buruk. Siang ini gue kehilangan oom gue (lagi). Waktu gue kelas 6 SD, oom gue balik ke Medan dan ga pulang-pulang lagi ke Jakarta. Alasannya sih jelas banget. Karena oom gue sakit keras dan akhirnya meninggal di Medan. Di tengah-tengah keluarganya sendiri. Maklum, dari dulu oom gue emang tinggal di Jakarta, sedangkan istri sama anaknya tinggal di Medan. Bukan karena mereka cerai atau pisah ranjang, tapi karena tuntutan pekerjaan yang ga akhirnya harus bikin oom dan tante gue ga bisa tinggal bersama.
Dan hari ini, kembali lagi gue harus kehilangan oom gue. Ini sangat amat menyedihkan. Karena oom gue pulang ke Medan dan memutuskan untuk ga pulang lagi ke Jakarta, karena oom gue udah ngerasa hopeless banget ngadepin hisup ini. Gimana ngga? oom gue harus bangkrut dari masa kejayaannya. Ganti profesi dari yang tadinya agen koran, berubah jadi kuli bangunan. Anaknya harus mencar-mencar biar bisa tetap sekolah. dan sekarang, oom gue harus pulang karena istrinya ngotot nyuruh oom gue buat pulang ke Medan. Padahal sikonnya ga pas banget buat pulang ke Medan. Ga ada duit, ga ada tabungan, ga ada yang mau diharapkan.
Mungkin hisup emang ga selamanya indah. Ga selalu berjalan kayak apa yang inginkan, dan ga selalu berakhir dengan ending yang bahagia. Rasanya sedih banget pas tau kalo oom gue memutuskan untuk ninggalin Jakarta, ninggalin 2 orang anaknya yang masi kelas 5 SD dan kelas 2 SMP. Gue ga tau mau komentar apa pas tau oom gue ngambil keputusan kayak gini. Dan yang paling miris adalah ketika gue liat oom gue kurus banget, badan ga ke urus, muka kayak orang stress, dan akhirnya sebelum berangkat ke bandara oom gue nangis. Ga ada yang bisa gue ucapin, kecuali cuma diem ngeliatin oom gue. dan tanpa sadar, gue juga ikut nangis.
No matter what others say about you, Uncle. for me, you are still the best. Find a better future in there. No matter what happens. i'll pray the best for you :)
Dan hari ini, kembali lagi gue harus kehilangan oom gue. Ini sangat amat menyedihkan. Karena oom gue pulang ke Medan dan memutuskan untuk ga pulang lagi ke Jakarta, karena oom gue udah ngerasa hopeless banget ngadepin hisup ini. Gimana ngga? oom gue harus bangkrut dari masa kejayaannya. Ganti profesi dari yang tadinya agen koran, berubah jadi kuli bangunan. Anaknya harus mencar-mencar biar bisa tetap sekolah. dan sekarang, oom gue harus pulang karena istrinya ngotot nyuruh oom gue buat pulang ke Medan. Padahal sikonnya ga pas banget buat pulang ke Medan. Ga ada duit, ga ada tabungan, ga ada yang mau diharapkan.
Mungkin hisup emang ga selamanya indah. Ga selalu berjalan kayak apa yang inginkan, dan ga selalu berakhir dengan ending yang bahagia. Rasanya sedih banget pas tau kalo oom gue memutuskan untuk ninggalin Jakarta, ninggalin 2 orang anaknya yang masi kelas 5 SD dan kelas 2 SMP. Gue ga tau mau komentar apa pas tau oom gue ngambil keputusan kayak gini. Dan yang paling miris adalah ketika gue liat oom gue kurus banget, badan ga ke urus, muka kayak orang stress, dan akhirnya sebelum berangkat ke bandara oom gue nangis. Ga ada yang bisa gue ucapin, kecuali cuma diem ngeliatin oom gue. dan tanpa sadar, gue juga ikut nangis.
No matter what others say about you, Uncle. for me, you are still the best. Find a better future in there. No matter what happens. i'll pray the best for you :)
Rabu, 25 April 2012
blog ku sayang blog ku malang
iseng-iseng baca entri blog gue yang sebelumnya gue post. Isinya macem-macem. Mulai dari isi curhat gue yang lagi galau, seneng, marah-marah atau cuma sekedar sharing tentang apa yang gue alami. Dan ternyata, isinya saya rasa sangat absurd dan agak-agak "ga banget" ternyata! hahaha
kayaknya emang nasibnya nih blog aja yang kurang beruntung dapet majikan kayak gue. Yang lebih suka share dan curhat di dunia maya ketimbang share sama makhluk hidup yang notabene bisa bicara. Jujur sih ya.. gue lebih comfort curhat di dunia maya daripada curhat sama manusia. soalnya gue termasuk orang yang cukup selektif buat milih-milih temen curhat. menurut gue, milih temen curhat itu sama pentingnya kayak milih pacar. Karena kalau kita salah milih temen curhat, bukannya bikin plong hati yang ada nanti rahasia kita malah diumbar-umbar atau diceritain ke orang lain *brasa aurat yee diumbar-umbar*. Salah milih temen curhat juga bisa jadi bumerang kalo ternyata dia ga pernah tulus dengerin curhatan kita dan giliran kita minta saran dari dia, dia malah ngasi jawaban yang sesat. Kalu kejadiannya kayak gitu, nanti bukannya nemuin jalan keluar tapi yang ada malah makin tersesat di lenbah kenistaan. Oleh karena itulah, maka gue putuskan untuk terkadang curhat di dunia maya, tanpa menyebut merk *kalo nyebut merk, takutnya pas di googling nanti curhatan kita bisa ke detect*
kadang-kadang gue masih suka nyempetin diri kok curhat sama manusia. Ya ini tujuannya biar gue ga ansos-ansos banget. Curhat sama manusia juga baru gue lakukan kalo gue udah nemuin orang yang menurut gue klop buat diajak curhat plus tukar pikiran. Biasanyta sih curhat live gitu baru gue lakuin kalo gue udah bener-bener mentok sementok-mentoknya sampe gue harus cari second opinion buat nyelesain masalah gue. -done-
kayaknya emang nasibnya nih blog aja yang kurang beruntung dapet majikan kayak gue. Yang lebih suka share dan curhat di dunia maya ketimbang share sama makhluk hidup yang notabene bisa bicara. Jujur sih ya.. gue lebih comfort curhat di dunia maya daripada curhat sama manusia. soalnya gue termasuk orang yang cukup selektif buat milih-milih temen curhat. menurut gue, milih temen curhat itu sama pentingnya kayak milih pacar. Karena kalau kita salah milih temen curhat, bukannya bikin plong hati yang ada nanti rahasia kita malah diumbar-umbar atau diceritain ke orang lain *brasa aurat yee diumbar-umbar*. Salah milih temen curhat juga bisa jadi bumerang kalo ternyata dia ga pernah tulus dengerin curhatan kita dan giliran kita minta saran dari dia, dia malah ngasi jawaban yang sesat. Kalu kejadiannya kayak gitu, nanti bukannya nemuin jalan keluar tapi yang ada malah makin tersesat di lenbah kenistaan. Oleh karena itulah, maka gue putuskan untuk terkadang curhat di dunia maya, tanpa menyebut merk *kalo nyebut merk, takutnya pas di googling nanti curhatan kita bisa ke detect*
kadang-kadang gue masih suka nyempetin diri kok curhat sama manusia. Ya ini tujuannya biar gue ga ansos-ansos banget. Curhat sama manusia juga baru gue lakukan kalo gue udah nemuin orang yang menurut gue klop buat diajak curhat plus tukar pikiran. Biasanyta sih curhat live gitu baru gue lakuin kalo gue udah bener-bener mentok sementok-mentoknya sampe gue harus cari second opinion buat nyelesain masalah gue. -done-
Selasa, 24 April 2012
Lepaskanlah kalau kamu memang sudah tak sanggup
Terkadang tanpa sadar kita telah melewatkan banyak hal menyenangkan karena kita terlalu fokus pada satu masalah. Kadang kita juga sibuk mensugesti pikiran kita untuk tetap berfikir positif meskipun pada kenyataannya memang ada hal-hal negatif yang seharusnya kita tinggalkan. Kadang kita menutup mata, menutup telinga dan berusaha mengingkari fakta-fakta pahit yang sebenarnya sudah jelas-jelas terpapar di depan mata kita. Mungkin hal ini juga yang selama ini gue rasain. Ada begitu banyak hal menyenangkan yang gue lewatkan karna gue terlalu berfokus pada "masa-masa galau" gue kemarin. Gue menutup mata, menutup telinga dan berusaha mengingkari setiap fakta-fakta pahit yang ada di depan mata gue.
Tapi itu dulu! sekarang gue udah buka mata, buka telinga, dan buka hati untuk bisa nerima fakta-fakta pahit yang ada di depan mata gue. Awalnya emang pahit, sakit dan susah plus sempet ngerasa ga sanggup aja buat jalanin semuanya. Tapi seiring berjalannya waktu, gue mulai bisa bangkit dari keterpurukan gue. Mulai bisa mikir kalo dia memang bukan yang terbaik untuk gue. Mulai bisa nerima kenyataan dan ngerti kalau ada beberapa hal yang ga bisa dipaksain dala hidup ini. Bukan karena kita kalah atau menyerah, tapi lebih karena kita sadar dan mengerti kalau hal itu tetap dipaksain ujung-ujungnya bakal ada yang tersakiti, dan bukan hal yang tidak mungkin kalau nantinya justru malah gue yang tersakiti. So, kalau menurut gue, mungkin memang sebaiknya kita melepaskan apa yang sudah tak sanggup untuk kita genggam.
Tapi itu dulu! sekarang gue udah buka mata, buka telinga, dan buka hati untuk bisa nerima fakta-fakta pahit yang ada di depan mata gue. Awalnya emang pahit, sakit dan susah plus sempet ngerasa ga sanggup aja buat jalanin semuanya. Tapi seiring berjalannya waktu, gue mulai bisa bangkit dari keterpurukan gue. Mulai bisa mikir kalo dia memang bukan yang terbaik untuk gue. Mulai bisa nerima kenyataan dan ngerti kalau ada beberapa hal yang ga bisa dipaksain dala hidup ini. Bukan karena kita kalah atau menyerah, tapi lebih karena kita sadar dan mengerti kalau hal itu tetap dipaksain ujung-ujungnya bakal ada yang tersakiti, dan bukan hal yang tidak mungkin kalau nantinya justru malah gue yang tersakiti. So, kalau menurut gue, mungkin memang sebaiknya kita melepaskan apa yang sudah tak sanggup untuk kita genggam.
Jumat, 13 Januari 2012
mungkin memang sebaiknya tidak meminta
mungkin sebaiknya memang ga minta apa2 sama Tuhan. Walaupun kata menurut Alkitab "ketuklah maka pintu akan dibukakan untukmu. Mintalah maka akan diberikan padamu". ga tau kalimat di Alkitab emang bener2 begini atau ngga. seinget gue sih di Alkitab kalimatnya begini, cuma kalo kurang-kurang dikit ya harap maklumlah. namanya juga manusia. haha
mengacu sama kalimat itu, kadang-kadang gue mikir. kira-kira apa ya yang mau gue minta sama Tuhan?? pacar?? harta?? keluarga gue?? atau akademik gue?
entahlah.. kadang-kadang gue juga ga ngerti apa yang gue minta ke Tuhan. sangking ga taunya mau minta apa ke Tuhan, gue cuma minta "God give me the best. Give me strength!"
karena buat gue, tanpa gue bilang pun, Tuhan udah tau apa yang jadi pergumulan gue. Tuhan tau apa yang gue inginkan. Tuhan juga tau apa yang terbaik buat gue. Makanya gue cuma minta itu aja ke Tuhan. minta yang terbaik daqn minta kekuatan.
cuma siapa sangka kalo ternyata dua kalimat itu maknanya bisa jadi luas banget! lebih luas dari samudra, lebih luas dari langit, dan maknanya lebih banyak dari jumlah pasir di pantai. mungkin kalimat gue emang agak-agak lebay. cuma kalo direnungin lagi, kenyataannya emang gitu. karena ternyata, kalo gue minta yang terbaik, Tuhan akan memberi gue banyak pilihan yang cukup bikin gue bingung. Tujuannya sih kalo menurut gue, biar gue bisa milih dan liat, kira2 apa sih yang terbaik di mata gue. Namun ternyata, apa yang gue bilang terbaik, belum tentu jadi yang terbaik Tuhan. Kadang-kadang gue ngerasa kalo gue udah tepat milih sesuatu yang menurut gue terbaik, tapi Tuhan ngambil yang gue bilang "terbaik" itu. Ada rasa kecewa, marah, dan tentunya kesel sama Tuhan. Tapi gue berusaha mengimani kalo setiap rencana Tuhan itu pasti baik adanya. so, gue belajar untuk berserah sama Tuhan. walaupun kadang perasaan kecewa sama Tuhan itu massih tetap ada.
begitu juga dengan yang namanya kekuatan. Kekuatan bisa diartikan macem-macem. Dan gue rasa Tuuhan menjawab permohonan "Give me strength" gue dengan berbagai cara juga. kalo menurut cerita di film "Evan Almighty" (film tentang Nabi Nuh versi New York), kalo kita minta kekuatan maka Tuhan akan memberi kita berbagai cobaan untuk mengajarkan kita kuat m,enghadapi masalah. Cara Tuhan bekerja emang ga ada yang tau. ga ada yang bisa ngertiin dan emang kadang-kadang terasa ga sinkron antara apa yang diminta sama apa yang dikasih sama Tuhan. tapi kembali lagi ke kita sebagai umatnya yang cuma bisa minta, berharap sama berdoa. apapun yang Tuhan kasih, imani aja kalo semuanya itu yang terbaik. Tuhan emang punya cara tersendiri buat menjawab umat-Nya.
mengacu sama kalimat itu, kadang-kadang gue mikir. kira-kira apa ya yang mau gue minta sama Tuhan?? pacar?? harta?? keluarga gue?? atau akademik gue?
entahlah.. kadang-kadang gue juga ga ngerti apa yang gue minta ke Tuhan. sangking ga taunya mau minta apa ke Tuhan, gue cuma minta "God give me the best. Give me strength!"
karena buat gue, tanpa gue bilang pun, Tuhan udah tau apa yang jadi pergumulan gue. Tuhan tau apa yang gue inginkan. Tuhan juga tau apa yang terbaik buat gue. Makanya gue cuma minta itu aja ke Tuhan. minta yang terbaik daqn minta kekuatan.
cuma siapa sangka kalo ternyata dua kalimat itu maknanya bisa jadi luas banget! lebih luas dari samudra, lebih luas dari langit, dan maknanya lebih banyak dari jumlah pasir di pantai. mungkin kalimat gue emang agak-agak lebay. cuma kalo direnungin lagi, kenyataannya emang gitu. karena ternyata, kalo gue minta yang terbaik, Tuhan akan memberi gue banyak pilihan yang cukup bikin gue bingung. Tujuannya sih kalo menurut gue, biar gue bisa milih dan liat, kira2 apa sih yang terbaik di mata gue. Namun ternyata, apa yang gue bilang terbaik, belum tentu jadi yang terbaik Tuhan. Kadang-kadang gue ngerasa kalo gue udah tepat milih sesuatu yang menurut gue terbaik, tapi Tuhan ngambil yang gue bilang "terbaik" itu. Ada rasa kecewa, marah, dan tentunya kesel sama Tuhan. Tapi gue berusaha mengimani kalo setiap rencana Tuhan itu pasti baik adanya. so, gue belajar untuk berserah sama Tuhan. walaupun kadang perasaan kecewa sama Tuhan itu massih tetap ada.
begitu juga dengan yang namanya kekuatan. Kekuatan bisa diartikan macem-macem. Dan gue rasa Tuuhan menjawab permohonan "Give me strength" gue dengan berbagai cara juga. kalo menurut cerita di film "Evan Almighty" (film tentang Nabi Nuh versi New York), kalo kita minta kekuatan maka Tuhan akan memberi kita berbagai cobaan untuk mengajarkan kita kuat m,enghadapi masalah. Cara Tuhan bekerja emang ga ada yang tau. ga ada yang bisa ngertiin dan emang kadang-kadang terasa ga sinkron antara apa yang diminta sama apa yang dikasih sama Tuhan. tapi kembali lagi ke kita sebagai umatnya yang cuma bisa minta, berharap sama berdoa. apapun yang Tuhan kasih, imani aja kalo semuanya itu yang terbaik. Tuhan emang punya cara tersendiri buat menjawab umat-Nya.
Langganan:
Komentar (Atom)